Kamarku, Kelambuku

Posted by Sonny Chenghoo 0 comments
Ku tekuk kedua lututku menjadi dua
Ku hela nafasku sembari menengadah pasrah
Nanar tatapanku, nanar juga mata batinku
Dan tak terasa, peluh menjalari pangkal keningku
Kusebarkan segenap tenaga yang tersisa
Seakan-akan telapak kakiku kian tak terasa
Menyanggah badan yang terasa penuh lelah

                Di kamar kecil ini....
                Ku lihat dia,
                Tidur terlelap menatap mimpi
                Ku dekati dia,
                Dan kusibakkan sejuntai rambutnya di pipi
                Ku pandangi di setiap desahan-desahan lirih
                Seakan-akan dia tak menyadari
                Dunia sadarnya telah lama menanti....

Ku rapatkan tubuhku dan kucari rona wajahnya
Manalah tahu, disana
Ku temukan sederet harapan
Namun, kedipan mataku telah menyadarkan.... 

                          Di kamar kecil ini...
                          Ku sibakkan kelambu jendela yang lusuh
                          Terpahan sinar meraba wajahku yang kusut
                          Dan ku dapati dia, tersandar memberi senyum
                          Menambah keheningan panjang yang tak terukur
                          Sekejap ku rasakan gejolak
                          Tak ku usir, tak kan ku elak
                          Hingga matahari meredup...meninggalkan tegaknya
                          Ku singgahi dengan asa yang tiada berjarak
                          Agar simpatiku ini akan terbalas kelak....
TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA
Judul: Kamarku, Kelambuku
Ditulis oleh Sonny Chenghoo
Rating Blog 5 dari 5
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke http://puisikupuitis.blogspot.com/2011/10/kamarku-kelambuku.html. Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.

0 comments:

Post a Comment